SANG PENYELAMAT ( IMAM MAHDI )

Imam Mahdi Akhir Zaman

Dikalangan umat Islam, telah banyak yang berbicara dan membahas fenomena kemunculan Imam Mahdi akhir zaman menurut versinya masing-masing bahkan ada diantaranya yang mengaku sebagai Imam Mahdi. Bahwa ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan keberadaan dan kemunculan Imam Mahdi akhir zaman, diantaranya :

1. Imam Mahdi adalah Imam yang ditunjuk dan ditetapkan Allah 'Azza waJalla, senantiasa memperoleh petunjuk-Nya dan (Imam) yang memberi petunjuk berdasarkan perintah Allah Allah 'Azza wa Jalla. Keberadaan dan kemunculannya atas Kehendak dan Ketetapan Allah semata-mata.

2. Kemunculan dan keberadaannya (Imam Mahdi) dengan membawa risalah kenabian Nabi Muhammad SAW (ilmu Nubuwwah, ilmunya semua para Nabi-Nya Allah,Rasul-Rasul-Nya, para Wali kekasih-Nya) untuk menjaga lestarinya ajaran Allah SWT tentang al-Kitab,al-Hikmah dan al-Nubuwwah.

3. Tugas pokok Imam Mahdi ialah mengembalikan Hak Allah SWT dan hak-hak Rasul-Nya Nabi Muhammad SAW dengan risalah Nubuwwah Nabi Muhammad SAW.

4. Imam Mahdi akhir zaman (al-Qa'im al Mahdi) adalah dari zuriat keturunan Nabi Muhammad SAW melalui sulbinya 'Ali (Sayyidina 'Ali bin Abi Thalib) sebagaimana ungkapan Nabi Muhammad SAW : " Wahai umat manusia ! Sungguh, zuriat setiap nabi berasal dari tulang sulbinya, tetapi zuriat keturunanku adalah berasal dari sulbi 'Ali. - Aku adalah akhir dan penutup seluruh Nabi dan Rasul, Aku adalah bukti Allah (hujjah) bagi segenap makhluk-Nya, dilangit dan di bumi.

@ Wahai manusia ! Telah mengalir dalam jiwaku ini cahaya dari sisi Allah. Kemudian mengalir juga kedalam (dada) 'Ali, dan berikutnya kedalam zuriat keturunannya sehinggalah ke (Imam) al-Qa'im al-Mahdi yang akan mengembalikan hak Allah dan seluruh hal-hak kami ke tempatnya semula". Jelaslah bahwa zuriat keturunan nabi Muhammad SAW bukan pada turunan darah daging (bukan faktor utama dalam ke-ilahian) tetapi terutama (substansial) terletak pada keberadaan hakekat kenabiannya yaitu Nur-Nya yang mengalir dalam jiwanya, dalam bahasa tasawufnya adalah haqiqatul Muhammadiyah atau Nur Muhammad pada Martabat Wahdat (Martabat Tujuh dalam kitab Al Tuhfah al-Mursalah ila Ruh al-Nabi, ditulis oleh Syech Fadlullah).

5. Kemunculan Imam Mahdi akhir zaman (al-Qa'im al-Mahdi) secara nyata (de Jure), terbuka, setelah terjadinya "sunnatul awwalin" kehancuran yang Mahadahsyat melenyapkan yang batal dengan Kun Fayakun-Nya, sebagaimana di firmankan Allah SWT dalam QS.35:42-42, QS.27:82.

6. Bahwa kemunculan dan keberadaan Imam Mahdi akhir zaman dan risalah ajaran (ilmu) yang dibawanya terdapat/tertulis dalam manuskrip-manuskrip para wali di tanah Jawa (walisongo) yang terjaga keasliannya oleh para ahli waris penerima wasiat secara turun temurun. Pada saat ini mulai terungkap / dikumpulkan dan ternyata hanya orang tertentu yang dapat mengungkap dan menjelaskan makna tulisan dalam manuskrip-manuskrip tersebut, yaitu mereka yang mempunyai ilmu (ma'rifat billah) yang hak dan sah, sesuai wasiat didalamnya (hanya murid ilmu ma'rifat billah, ilmu Syathoriyah, yang berhak mengungkap tulisan manuskripnya).

7. Dalam lingkungan orang-orang (jama'ah) yang menjadi murid ilmu ma'rifat billah yang hak dan sah, menyatakan bahwa pada saat ini zaman telah memasuki zaman Imam Mahdi, hanya masih bersifat sirri (spiritual), sedangkan tampilnya / munculnya Imam Mahdi (al-Qa'im al-Mahdi) secara terbuka (dhahiri) semata-mata atas Kehendak Allah SWT setelah terjadi kehancuran dahsyat melenyapkan yang batal dan perobahan dunia dan alam semesta yang dahsyat oleh Kun Fayakun-Nya Allah SWT.
Terakhir Nabi Muhammad SAW dalam Terjemahan lengkap Khotbah Nabi SAW di Ghadir Khum 18 Dzulhijah 10 H , diterbitkan oleh Pustaka Pelita, Bandung (diterjemahkan dari kitab Payam Ghadir), serta berita sekitar kehadiran zaman Imam Mahdi di lingkungan para ahli ilmu ma'rifat billah (murid) di tanah Jawa. Perlu diketahui pula bahwa tulisan tentang martabat tujuh pada zaman kewalian di tanah Jawa digunakan sebagai salah satu alat dalam mengontrol pemahaman ilmu tauhid yang dikembangkan/disyi'arkan oleh para wali di tanah Jawa dan terdapat dalam teks manuskrip mereka.

4 komentar:

Faril said...

wah,,ilmu ini sepertinya diturunkan pada orang2 tertentu saja..
ada satu ciri yang pernah tak baca di artikel..yakni Imam Mahdi memiliki nama yang hampir serupa dengan nama "Muhammad"..
ada seseorang yang mungkin bisa jadi dia Imam Mahdi,,tapi sebaiknya tidak saya tulis,,takut menjadi fitnah..

Alif said...

Ilmu itu sesungguhnya ada 2 Ilmu selamat dan Ilmu sesat..sehingga ibaratnya orng mau pulang pada Tuhan kok gk tau pintunya atau ancer2 rumahnya maka tersesatlah dia..dimana mana org tersesat itu gk enak sobat hehe..

Faril said...

maksudnya??

Alif said...

semua agama itu tujuanya sama yaitu bagaimana mengetahui asal mula jati diri kita...jika kita mengetahui jati diri kita pasti akan mengetaui Tuhan nya..seperti ayat ini
" man arafa nafsahu faqod arofarobbahu "
yg artinya barang siapa yg mengetahui jati diri nya sendiri pasti mengetahui Tuhannya.

dansegala sesuatu ilmu itu ada ahlinya..kaya matematika,fisika,kimia,dunia bahkan akherat...

Post a Comment